"Mahasiswa Keluhkan Kehilangan Barang, Akses dan Keamanan Kampus Dipertanyakan".
"Mahasiswa Keluhkan Kehilangan Barang, Akses dan Keamanan Kampus Dipertanyakan".
Universitas Tadulako merupakan salah satu kampus termegah di kota palu sulawesi tengah yang berdiri pada tanggal 14 Agustus 1981. Di nilai sudah mapan memberikan penyediaan dalam berbagai aspek baik yaitu fasilitas, keamanan, dan kenyamanan.
Namun kemudian lagi dan lagi Das sein tidak sejalan dengan das sollen, apa yang seharusnya itu tidak sejalan dengan yang terjadi, yang dimana Kasus kehilangan barang di lingkungan kampus Universitas Tadulako semakin meningkat.
Situasi ini menjadi perhatian banyak pihak, termasuk birokrasi dan mahasiswa. Akses kampus UNTAD yang bebas menjadi salah satu keluhan bagi para mahasiswa sejak meningkatnya kasus kehilangan barang, mahasiswa mulai mengaitkan hal ini dengan banyaknya akses masuk kampus. Penyebab akses bebas tersebut mengakibatkan siapapun dapat berkeliaran di area kampus.
Keluhan mengenai kasus kehilangan dari mahasiswa sudah sangat banyak ditemukan dalam area kampus, Salah satunya Tepat pada hari Rabu Tanggal 22 November 2023 musibah menimpah salah satu mahasiswa aktif di Fakultas Hukum UNTAD, beliau kehilangan Kendaraan Roda Dua ( Motor) yang di parkir, di parkiran tepat di belakang BT 20 Fakultas Hukum UNTAD.
Penyebab kasus kehilangan ini juga tidak terlepas dari kelalaian kita bersama, ramainya suasana kampus setiap hari, serta akses yang tidak dibatasi. Selain itu, kurangnya petugas keamanan dan ditambah dengan minimnya fasilitas CCTV turut membuat resiko kriminalitas meningkat.
Bahkan salah satu contoh kecil yang sangat di sayangkan, Birokrasi FH - UNTAD pun menanggapi bahwa kehilangan helm adalah kelalaian Mahasiswa.
Berdasarkan berita yang telah dirilis teman-teman
LPM HITAM PUTIH pada hari Senin Tanggal 6 November 2023 “ Menyuarakan Keprihatinan Mahasiswa, terkait kehilangan helm terhadap kekurangan fasilitas parkir, yang akhirnya kasus kehilangan atau resiko kriminalitas semakin meningkat.
Menanggapi hal tersebut, Wadek Kemahasiswaan mengatakan bahwa, “banyaknya kehilangan helm di Fakultas Hukum dikarenakan kekurangan rasa kesadaran mahasiswa dan kelalaian dalam memarkirkan kendaraan di tempat yang tidak semestinya. Selain itu, untuk pengadaan penitipan barang dirasa tidak begitu efektif, dan untuk pemasangan cctv hanya tersedia di ruangan kelas saja, karena belum tersedianya anggaran dari Fakultas”.Ujarnya
Penulis berpendapat menganai keamanan kampus yang perlu ditingkatkan.
“Ya fasilitas kampus juga harus lebih ditingkatkan,keberadaan aparat kemanannya di tambah, apalagi CCTV sangat dibutuhkan di setiap dalam ruangan terkhusus diluar lingkungan Fakultas tepatnya di Lokasi parkiran, kalau kemudian alasan CCTV belum ada hanya karna tidak tersedianya anggaran, emang CCTV semahal itu ya, apa kabar dengan UKT teman-teman mahasiswa yang masuk di setiap semester”.
Harapan penulis agar seluruh petugas keamanan dapat lebih memperhatikan lagi mengenai keluhan mahasiswa tentang kasus kehilangan di kampus ini.
“Harapan saya keamanan di perketat lagi, CCTV di pasang di Dalam Maupun di Luar terkhusus di Lokasi Parkiran, atau kalau kemudian tempat memadai kenapa lokasi parkiran tidak di satukan saja agar lebih gampang di koordinir, jadi kalau ada yang merasa kehilangan barang, bisa langsung dibantu oleh pihak keamanan, baik itu secara langsung maupun di lihat dari hasil rekaman CCTV.
Oleh : Febriansya
( Kader LPM Hitam Putih )
Komentar
Posting Komentar